Jakarta, Analisa sidik jari bukan sekedar ramalan untuk memprediksi masa depan anak. Analisa sidik jari bersifat ilmiah sehingga orangtua bisa mengetahui potensi dan bakat anaknya. Seberapa besar tingkat akurasinya?

Analisa sidik jari disebut juga Fingerprint Analysis yang merupakan metode pengukuran data biometrik dengan media pemindaian (scanning) sidik jari.

Metode ini dilakukan untuk mengetahui pola distribusi dan respons sistem saraf pada otak. Hasil ini kemudian diinterpretasikan secara psikologis sebagai gaya bekerja otak yang paling dominan yang terkait dengan potensi bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar dan bekerja seseorang.

“Analisa sidik jari bukan merupakan ramalan, karena metode ini didasari dengan penelitian dan metode yang ilmiah,” ujar Efnie Indrianie, M.Psi, psikolog dan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung, dalam acara Media Workshop ‘Kenali Potensi, Karakter dan Gaya Belajar Anak Melalui Sidik Jari Cerdas Frisian Flag’ di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (27/5/2010).

Efnie menuturkan analisa sidik jari lebih bersifat analisis prediktif dalam kaitan dengan potensi bakat yang dimiliki seseorang dan pengembangannya di masa mendatang.

Analisa sidik jari juga bukan alat vonis, alat ukur kecerdasan, maupun alat pembanding. Metode analisa sidik jari hanyalah menginterpretasikan distribusi potensi dalam dirinya sendiri, sementara pencapaian hasil kemampuan kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh usaha atau ikhtiar yang dilakukan diri sendiri.

Metode ini menggunakan data biomedik, sidik jari yang permanen, sehingga bersifat sekali seumur hidup.

Namun demikian, pengembangan metode pengukuran dan interpretasi penilaian terkait dengan perkembangan ilmu saraf dan ilmu psikologi, menjadikan metode analisa sidik jari bersifat dinamis (updating).

Para ahli di bidang ilmu dermatoglyphics (ilmu yang mempelajari pola sidik jari) dan kalangan neuro-anatomi (kedokteran-anatomi tubuh) telah menemukan fakta penelitian bahwa pola sidik jari bersifat genetis, dan telah muncul ketika janin dalam kandungan, mulai dari usia 13 minggu dan lengkap pada usia 24 minggu.

Pola guratan-guratan kulit pada sidik jari, yang dikenal sebagai garis epidermal, ternyata memiliki keterkaitan dengan sistem hormon pertumbuhan sel pada otak (Nerve Growth Factor atau NGF) yang sama dengan faktor garis epidermal (Epidermal Growth Factor atau EGF).

Karena itulah, sangat wajar bila ternyata bukti ilmiah menyebutkan adanya korelasi lahiriah antara sidik jari dengan kualitas, bakat, dan gaya belajar seseorang.

“Setiap anak adalah individu unik yang berbeda. Tidak ada satu pun manusia yang memiliki pola sidik jari yang sama,” tambah psikolog Efnie.

Bayi yang baru lahir sudah memiliki pola sidik jari yang jelas, karena memang pola sidik jari terbentuk sejak dalam kandungan. Analisa sidik jari bisa dilakukan pada anak sejak dini, sekitar usia 3 sampai 6 bulan.

Semakin dini potensi bakat, karakter dan gaya belajar anak diketahui oleh orangtua, maka orangtua dapat memberikan stimulasi atau rangsangan yang sesuai untuk tumbuh kembang serta minat anak dengan optimal.

“Secara umum faktor tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu genetika, lingkungan berupa stimulus atau rangsangan dan nutrisi,” ujar Dr Dwi Puto Widodo, SpA(K), ahli neurologi anak dari RSCM.

Menurut Dr Dwi, faktor genetika hanya berpengaruh pada kecerdasan otak sebesar 40 persen, sedangkan 60 persen lainnya dipengaruhi oleh stimulus atau rangsangan dan nutrisi yang diberikan.

Dengan mengetahui potensi bakat, karakter dan gaya belajar anak sejak dini melalui analisa sidik jari, orangtua bisa mengoptimalkan perkembangan dan kecerdasan anaknya.

Metode analisa sidik jari ini bisa digunakan untuk menginterpretasikan beberapa kemampuan sebagai berikut:

  1. Mengetahui karakteristik seseorang dalam belajar, bekerja, berkomunikasi dan beradaptasi
  2. Mengetahui potensi bakat (talent) seseorang
  3. Mengetahui gaya berpikir, gaya belajar, gaya bekerja dan pola manajemen yang diterapkan
  4. Mengetahui kecenderungan potensi tekanan stres dalam menghadapi tantangan
  5. Mengetahui kecenderungan karakter atau temperamen seseorang
  6. Mengetahui dorongan atau hasrat seseorang dalam diri berdasarkan karakteristik gaya penyerapan informasi dan ekspresi pengolahan informasi

Dan tujuannya adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan cita-cita yang sesuai dengan potensinya
  2. Menggunakan gaya belajar yang efektif
  3. Mengembangkan potensi bakat yang dominan agar bisa prestatif
  4. Mengembangkan potensi kepribadian sehingga dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan siapapun dan dalam kondisi apapun
  5. Menganalisis potensi kekurangan atau kelemahan pada dirinya serta memanajemenisasi kelemahan tersebut dalam bentuk strategi yang efektif.

Merry Wahyuningsihsehat -  detikHealth



Support Palestine



Sehat | Soursop, buah dari pohon Graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo.

Tapi kenapa kita tidak tahu?

Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini se-rapat2nya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar Dunia.

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon Graviola ini.

Pohonnya rendah, di Brazil dinamai Graviola, di Spanyol Guanabana bahasa Inggrisnya Soursop. Di Indonesia, ya buah Sirsak.Buahnya agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat,dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,anti jamur(fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh di pedalaman hutan Amazon, tumbuh ?pohon ajaib, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.

Riset membuktikan pohon ajaib dan buahnya ini bisa : Menyerang sel kanker dengan aman dan effektive secara alami, TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.

Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
Energi meningkat dan penampilan phisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :

  • Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
  • Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan!
  • Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selectif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat!

Riset telah dilakukan secara ekstensif pada pohon ajaib ini,selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini?

Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan!
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini.Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!

Tapi kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?
Dibawah Undang2 Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatentkan sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil.Graviola tidak bisa dikloning. Perusahaan gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk Riset dan Aneka Test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan2 alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah:
Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul effek negatif: rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru2.

Setelah selama kurang lebih 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga2 tsb diatas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan dipanen oleh orang2 pribumi Brazil, kini bisa diperoleh di Amerika.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences Institute.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah sehat alami 100% tanpa efek samping apapun. Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.

So, since you know it now you can help a friend in need by letting him know or just drink some sour sop juice yourself as prevention from time to time. The taste is not bad after all. It’s completely natural and definitely has no side effects. If you have the space, plant one in your garden. The other parts of the tree are also useful.

Sumber :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=173545501521&id=536611818&ref=mf



 Page 14 of 23  « First  ... « 12  13  14  15  16 » ...  Last » 
Tweeter button Facebook button Myspace button Digg button Flickr button
SEO Powered By SEOPressor